Subscribe to My Blog
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Untuk para pecinta mobil, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya modifikasi mobil. Bahkan banyak perlombaan yang mengkhususkan pada mobil-mobil hasil modifikasi. Bagian yang dimodofikasi bisa bagian dalam maupun bagian luar dari mobil. Agar hasil modifikasi benar-benar sesuai keinginan dan tidak salah langkah, ada baiknya anda membaca terlebih dahulu beberapa tips berikut ini :
  1. Jika anda benar-benar baru dalam hal modifikasi mobil, sebaiknya menggunakan jasa modifikator yang sudah terbukti reputasinya. Dengan begini anda dapat lebih memfokuskan pada rancangan awal bagaimana modifikasi mobil yang diinginkan. Untuk selanjutnya, modifikator pasti akan memberi masukan-masukan dari rancangan anda tersebut.
  2. Setelah desain awal selesai, saatnya untuk menyesuaikan dengan budget yang ada. Cari tahu dulu berapa harga yang dibutuhkan untuk modifikasi mobil ini, mulai dari spare part sampai honor untuk sang modifikator. Jangan memasang budget yang terlalu pas, beri kelonggaran beberpa persen untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Buat daftar spare part. Sebelum berbelanja, mulailah dengan mencatat dulu semua keperluan, kemudian catat pula barang apa yang sudah dibeli agar tidak membeli barang yang sama dua kali.
  4. Jika anda berniat memodifikasi mobil dari awal, maka anda harus memilih terlebih dahulu mobil yang sesuai. Cari mobil bekas yang masih layak untuk dimodifikasi. Dan yang paling penting, pastikan mobil tersebut bukan mobil curian !!
  5. Jika anda berniat mengganti cat mobil, terlebih dahulu harus dilakukan pengikisan cat. Yang biasa dilakukan adalah dengan metode blasting yang membuat mobil kembali ke warna asal yaitu abu-abu. Setelah pengikisan selesai, saatnya anda menghubungi tukang cat berpengalamandan mulai memilih warna. Yang terpenting disini adalah kualitas cat, jangan sampai memilih cat yang murah tapi dengan kualitas murahan pula.
  6. Untuk mesin, rem, suspensi, dan ban, cari tipe dan jenis yang cocok dengan mobil anda, agar komponen-komponen tersebut tahan lama. Mesin adalah bagian paling penting dan mahal. Pastikan anda memilih mesin sesuai dengan apa yang anda desain sebelumnya.
  7. Setelah semua terpasang, saatnya memperhatikan desain interior dan eksterior. Hal inilah yang paling menarik perhatian orang, oleh karena itu pilihlah warna dan teknik sapuan yang tepat, dengan demikian mobil anda akan terlihat indah.

WeSt Coast On

Mercedesbenz batik indonesia

Lelang sebuah Mercedes-Benz C class 250 CGI oleh PT. Mercedes-Benz Indonesia bertemakan Batik Indonesia dimenangkan oleh gitaris band kenamaan indonesia Satriyo Yudi Wahono “Piyu-Padi” seharga Rp 1 Milyar.

Mobil hasil karya perancang busana ternama indonesia carmanita tersebut memiliki harga asli on the road sebesar Rp670 juta, kelebihan hasil lelang tersebut nantinya akan disumbangkan sebagai dana sosial.

Acara lelang yang didukung oleh Gubernur Jakarta Fauzi Bowo adalah untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia, dan ini merupakan salah satu apresiasi batik dalam bidang otomotif.

Suzuki Grand Vitara

WeSt Coast On
Black Street SUV


Menganalogikan kendaraan pribadi sebagai rumah kedua menjadi keinginan mahasiswa yang sehari-harinya membesut sebuah SUV sebagai sarana transportasi. Tentunya, membuat Black Grand Vitara ini senyaman mungkin menjadi tujuan utama.

BAGI pemuda satu ini dibutuhkan kesempurnaan dan kenyamanan super ekstra saat berada didalam kabin. Namun saat pilihannya jatuh pada produk keluaran Suzuki dengan seri Grand Vitara, black mania yang kerap disapa Yudi merasa perlu membenahi beberapa item dan bagian untuk membuat SUV berwarna hitam ini sesuai dengan keinginannya.


Beruntung Yudi bukan tipe pemuda yang mudah terpengaruh oleh berbagai pakem modifikasi yang sedang trend saat ini. “Yang penting harus nyaman saat berlama-lama dan siap digunakan setiap hari di jalanan pada berbagai kondisi, tetapi juga harus tetap gaya”, ujar Yudi akan keinginannya. Hasilnya pun terlihat dari tampilan akhir besutan yang semakin modis berkat panduan pelek Bazo chrome dengan karakter five spoke berdimensi 20 inchi pada liang spakbornya. “Lebarnya cukup 9 inchi rata depan belakang, biar nggak ngesrot” tambahnya. Sebagai lapisannya dipercayakan pada balutan ban dari Yokohama dengan dimensi 245/40 R20. Ground clearance dibiarkan standar oleh Yudi untuk menjaga kenyamanan saat melibas jalanan bergelombang khas Jakarta.

Cuaca gelap yang kerap menghadang kota Jakarta saat musim penghujan sekarang ini berhasil diatasi Yudi dengan lampu HID untuk head lampnya. Performa mesin ditingkatkan dengan menambah racing muffler custom model twin pipe yang menyembul pada bagian belakang dan menjadi akhir pengerjaan Yudi untuk bagian eksteriornya. Hot Car Audio Stuff Rasa nyaman yang membuat black mania ini betah berlama-lama juga didapat dari sistem soundstyle yang terbilang lengkap. Sistem soundstyle dengan settingan DTS 5.1 hasil garapan dari Bassindo Mobile Audio Installer menjadi sumbernya.

Simak saja bagian tengah dasbor yang kini dipenuhi oleh monitor in dash player dari Clarion VRX-756 yang dipasangkan dengan DVD changer Clarion DCZ-625 serta centre speaker dari Clarion. Pengerjaannya dipercayakan pada installer kawakan lulusan RTTI, Andre Bassindo. Menurut pria ramah ini, Yudi memang menginginkan system yang bisa memutar suara dengan karakter soft dinamik namun juga mampu memutar kepingan film DVD untuk car theatre. Processor DTS 5.1 Clarion DVH-940 dipercaya untuk membagi keluaran suara lewat speaker depan Helix RS 6, untuk kabin belakang dengan speaker Helix HXS 236 serta tersedianya surround speaker mengandalkan Helix DB2. Nada-nada rendah ditranfer oleh subwoofer Rockford Fosgate P2 berukuran 12 inchi sebanyak dua buah. Sedangkan sumber tenaga didapat dari dua buah power Rockford Fosgate P300.1 dan power Helix Dark Blue. Tak hanya mendapatkan sebuah kendaraan yang nyaman dan siap dikendarai kapan saja, kini Yudi juga menjadikan SUV berkelir hitam miliknya ini sebagai rumah kedua.

Hasil aplikasi super white dan super-low disk



Untuk cat pemilik mobil yg biasa di panggil Kevin ini, menggunakan super white dari Spies Hecker dengan pernis masih dari produk senama. Alasan mereka menginginkan purih solid. Pengecatan dilakukan 4 lapis, sementara 6 lapis untuk pernis Sikkens MS3000 yg menghabiskan 5 liter cat. Prosesnya hanya 1 hari, didahului mematikan warna dasar (abu-abu gelap) menggunakan amplas 800, kemudian pelapis cat dasar serta epoksi yang kembali memakai Spies Hecker.


Sebenarnya kehadiran velg Auto Couture Magnifigue menjadi pemicu ubahan. Kalau hanya berdimensi 19x(8,5+9,5) inci, semua jazz pasti wide body. Lebih dari itu! Pasalnya velg ini punya offset special: -7 di depan dan -17 di belakang. Istilahnya, fender kena tonjok! Tapi buat semua ini butuh biaya ga sedikit , Rp 25 Juta dan Kevin harus bersabar 2,5 bulan menunggu velg PCD 112 ini datang dari Jepang!
Setelah mengalami pengukuran, velg depan celongnya mencapai 10 cm dan velg belakang 12,5 cm. Hasil ini juga dipengaruhi tipe super-low disk. Sehingga di depan, velg dengan finishing silver polish menuntut spacer setebal 8 mm karena saat dipasang mentok dengan rem cakram.




SUNROOF PLUS PANORAMIC
Tampilan atas Jazz ini cukup unik, karena menggunakan sunroof yang kurang lazim. Peranti ini disertai panoramic roof, sehingga dimensinya lebih panjang disbanding model biasa. Sunroof 130x80 cm ini di produksi Webasto dengan kode produk Hollandia Freedom. Tanpa kaca film pun kaca ini sudah gelap, mirip kaca sunroof umumnya.
Kalau tombol dipencet, kacanya akan terbuka di setengah bagian depan saja, sisanya statis. “Pengesetan bisa langsung ke aki dan bisa juga ke starter mobil”. Kalau langsung aki, meskipun mobil dalam keadaan mati tetap bisa dibuka, contohnya ya mobil ini. Kalau tertarik, siapkan dana sekitar Rp 12 juta.

SPESIFIKASI :
Velg Auto Couture Magnifigue 19x(8,5+9,5) inci, ban Falken ZIEX ZE512 225/35ZR19 & Pirelli Dragon 235/35ZR19, per depan Toyota Great Corolla, per belakang Toyota Corona, body kit custom, muffler custom, sunroof plus panoramic roof Hollandia Freedom, lampu depan HID Philips 6.500K, fog lamp Hyundai Atoz, cat super white Spies Hecker, pelapis jok Mastrotto $ suede, pelapis pilar suede Accantara, cat dasbor cokelat Spies Hecker, head unit Pioneer P8450

Rumah Modifikasi :
Velg & Kaki-kaki : Concept, Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara
Body kit, cat & interior : LM&T, Kemandoran, Jakarta Selatan

Melihat karya modifikasi Steven Ferdinan Wong pada sosok BMW 330i hitam miliknya, nampak ia lebih banyak bermain pada tampilan body kit.

Steven termasuk orang yang penuh ide. Karenanya ia butuh media untuk mengekrpresikan ide-idenya itu. Agar hasilnya bisa dinikmati setiap waktu, maka sasaran paling tepat adalah kendaraan yang selalu menjadi tunggangan sehari-hari. Sedan premium ini yang semula tampil standar ala pabrik diberi sentuhan modifikasi.

Tidak tanggung-tanggung, pria muda ini mengadopsi body kit dari merek Hamman. Body kit sporti langsiran Hamman direkatkan keseluruh sekujur bodi. Mulai dari bagian depan, samping, sampai menjalar pada sektor buritannya. Keberadaan body kit ini mampu mengubah wujud secara dramatis. "Tambah seksi aja BMW gue," cetus si empunya.

Pemasangan side skrit tambahan dan over fender berbentuk mengembang keluar mengubah wajah mobil jadi kian sporti. Membuat celah ground clearance semakin pendek sehingga lebih tampak eye cathing serta sporti.

Menurut pengakuan Steven, proses pemasangan body kit ini yang menyelimuti di sekujur bodi ini tidak terlalu sulit. Sebab body kit buatan Jerman ini memang tercipta untuk BMW. Bentuk dan ukurannya memang sudah klop dengan kontur bodi standar. Sehingga lekukan demi lekukan terkesan apik dan resik. Untuk pengerjaannya, pria bertampang cool ini mempercayakan pada rumah modif UFO.

"Yang lama sih bukan pengerjaannya tapi nunggu barangnya datang dikirim dari Jerman. Jadi butuh waktu lama untuk sampai disini, " ujarnya. Apalagi pemuda penikmat musik R & B ini amat fanatik terhadap merek yang satu ini.

Menimpali keberadaan tampilan body kit, Steven juga memberikan sentuhkan yang tidak kalah menarik pada kedua sisi bodi, seperti penyematan lampu bodi. Sedangkan pada bagian belakang lampu mundur yang tadinya berwarna putih, mikanya dilapisi smoke hitam. Hal ini tentunya agar senada dengan warna bodi. Nuansa racing style yang kental lebih terasa lagi dengan hadirnya rear wing dan roof spoiler. Keberadaan cerobong gas buang dengan dengan double silinser di kiri-kanan semakin menguatkan kesan mobil sport kompetisi.
Komposisi body kit Hamman di setiap sektor terlihat manis dan sporti, cocok dengan lekuk bodi mobil standar. Tongkrongan yang ceper itu akibat dari rombakan sistem suspensi yang tidak lagi bawaan pabrik. Ia mengaplikasikan adaptor pada sistem kaki-kakinya. Tentunya rombakan ini dilakukan agar diperoleh sinergi yang pas antara keberadaan roda dan bodi. Racikan sistem suspensi ini membuat ketinggian mobil terpangkas beberapa sentimeter. Memang kurang lengkap rasanya bila komponen roda tidak ikut diganti. Pelek AC Schinezer berdiameter 18 dibalut karet bundar Sumitomo ukuran 225/40 ZR 18 menjadi detail besutannya kian sporti elegan.
Urusan dapur pacu, mahasiswa semester 3 jurusan bisnis internasional sebuah kampus di bilangan Jakarta Barat ini sudah cukup puas dengan mesin standar. Sebab, perombakan mesin terkait sistem komputerisasi di dalam ICU. Dan itu, katanya, sangat tidak mudah untuk diracik. Menurutnya, mesin berkapasitas 3.000 cc ini dianggap masih sanggup menuai tenaga yang diharapkan.


interior
Begitu pula sektor interior yang tidak banyak mengalami perubahan. Pedal maupun lingkar kemudi bawaan pabrik tetap dipertahankan. Hanya saja, agar terkesan lebih sporti, jok dibalut kulit berwarna grey moca. Begitu pula dengan door trim-nya. Perpaduan warna grey moca dengan hitam tak mengurangi unsur elegenitas mobil ini.

Demikian pula dengan piranti audio. Pria yang memiliki hobi mixing lagu ini juga tetap mengandalkan head unit standar. "Kalo mao ganti head unit-nya, harus merubah lagi layout dasbornya. Kan jadi repot. Jadi, tetap aja gue pake yang standar," urainya.

Steven menambahkan, untuk mendapatkan suara yang jernih dari dentuman bas yang menghentak kuat di dalam kabin, sistem audio-nya disokong oleh dua power dari Vennom berkekuatan 1 Farad yang membuat kekuatan suara jadi lebih mumpuni. Kemudian sinyal suara itu disemburkan lewat empat spiker dan ditambah dengan dua subwoofer dari Mmats Pro berukuran 12 inch. "Kalau suara bas tidak menghentak, rasanya hambar. Bak makanan tanpa garam," ujarnya sambil memutar CD house music hasil garapan mixing-nya sendiri.

Bagi Steven, sektor interior maupun audio bukanlah prioritas utama mendandani besutannya. "Biasanya orang melihat sebuah mobil dari desain bodinya. Selebihnya dinomor-duakan," tandas Steven.

Sedangkan untuk urusan motor pacu, ia juga sudah merasa cukup puas. Jadi tidak perlu meng-up grade ulang erforma mesinnya. "Mobil ini buat alat transportasi sehari-hari. Makanya gue nggak banyak bermain modifikasi yang nggak banyak fungsinya. Yang ada nanti tambah ribet," ungkapnya.Ya sudah, yang penting luarnya tampak oke, kalau isinya urusan nanti. Bukan begitu Even?—sapaan akrabnya.


Modifikasi memang tidak mengenal batasannya sendiri. Lihatlah dengan apa yang dilakukan Eric terhadap mobil Honda Civicnya keluaran tahun 2002. Mobil yang pada dasarnya sudah cukup sporty tersebut, didandani ulang dengan penambahan pasokan parts-parts ternama dari designer otomotif ternama dunia untuk bagian mesin, interior, maupun eksteriornya. Walhasil memang terbukti benar kalau tampilan dan keluaran tenaga mobil ini jadi meningkat pesat.

Kestabilan kendara dan faktor asupan tenaga mesin memang menjadi hal utama yang ingin dikejar dari perombakan mobil ini. Untuk kesempurnaan handling (pengendaraan), mobil ini menggunakan satu set coilover merk Ohlins, sway bar depan menggunakan parts Honda Integra Type-R, arms depan Mugen dan arms belakang merek Skunk2 dan untuk memperkokoh rangka (chasis) bagian dalam memakai produk Cusco. Mobil berpenggerak roda belakang ini pun diperlebar fendernya untuk bisa mengadopsi roda model offset.

Tidak mau kalah dengan kapasitas suspensi yang sudah sangat mumpuni, penggerak pacu mobil Civic 2002 ini dirombak total. Mesin original Civic 2002 yaitu mesin K20A3 diganti dengan mesin generasi terbaru Honda RSX Type-S "K20Z". Pergantian mesin ini mampu mendongkrak tenaga dari 160 hp menjadi 201 hp. Namun untuk lebih mendongkrak tenaga mesin digunakanlah supercharger merk CARB-exempt Jackson Racing berikut dengan pemasangan parts-parts lainnya seperti pemakaian valve train pieces merk Skunk2, valve springs dan retainers. Hal ini memang terbukti berhasil karena keluaran tenaga mesin K20Z ini bisa bertambah sekitar 50 hp.

Untuk tampilan eksterior mobil ini terlihat menyala dengan penggunaan kombinasi warna custom kuning dengan gradasi hijau kemerahan oleh M1 Autody. Untuk bumper depan menggunakan bumper depan Honda Civic Type-R, terdapat pula side skirts, lip belakang, lampu depan, ion foglights dan taillights. Selain itu terdapat pula aero lip depan merk Mugen, kap mesin dari bahan karbon fiber merk Seibon dan penggunaan sayap belakang merk Mugen.




Masuk ke dalam kabin, beberapa parts racing terlihat mewarnai bagian dalam mobil ini. Sebut saja dua jok racing merk Bride Maxis III, karpet dari Civic type-R, digital cluster merk AIM MXL, lingkar kemudi merk Momo. Fitur-fitur lainnya adalah pemakaian shift knob titanium merk ARC, pedal dari Projects dan juga terdapat Taylor battery relocation box. [mot/timABT]

Specification :

The Builder : Deokbae "Eric" Moon
Basic Car : Honda Civic 2002
Engine : 2.0L DOHC i-VTEC K20Z1 with Skunk2 camshafts, cam gears, valve springs and retainers; Jackson Racing supercharger; Mugen oil cap, intake and baffled oil pan; Spoon exhaust, magnetic oil drain plug/transmission drain plug; high flow catalytic converter; Six Sigma Racing header; NGK Iridium spark plugs; Koyo radiator and cap; powdercoated valve cover by Rainbow Powdercoating; ARC stainless spark plug cover; Samco radiator hoses; Innovative motor mounts; Hondata intake manifold gasket
Power : 250 hp
Wheel : 17x9 (-10) Work Meister S1 wheels, Toyo R1R 235/40R17 tires
Audio : Kenwood head unit, Alpine speakers

modifikasi

WeSt Coast On

TIDAK biasa memang, sebuah kendaraan SUV yang konon sebagai tunggangan keluarga kini sosoknya tak lagi familiar. Wajah beringas Daihatsu Taruna besutan Ratu yang sarat dengan watak keras ternyata memiliki segudang prestasi yang pernah singgah pada mobil garapan rider cewek tomboy satu ini.


Nyaris sentuhan seni desain-nya tak terlewatkan walau satu sentimeter, semua telah tersentuh selera modified. Kontur sekeliling bodi telah dimasukkan dalam konsep yang mengusung Extreme Racing. Tengok bumper yang mengkastem model Mitsubishi Lancer EVO VIII, side skirt custom potongan ‘dragster’ terlihat begitu nyata, wide body Shark Fin yang terinspirasi dari BMW Sport. Juga dengan tampilan pada kaki-kaki yang menggunakan Velg 19 Inchi produk Lowenhart LD1 Chome dan Ban Continental 245/55/19, imej angkuh melekat pada Taruna ini. Untuk tenaga pacu, sangat banyak perubahannya, sebagai dragster yang menjadikan sektor mesin sebagai andalannya, Ratu melakukan ‘korekan’ total mulai memapas head dan porting polish, selanjutnya membubuhi sejumlah peranti wajib mobil drag seperti Turbo Charger TD 04, Blow Off HKS, Piping Turbo intercooler, Exhaust pipe 3" Custom, Hurricane two core wire, XCS ground wiring systems, header 4-2-1 Custom, hingga aksesosis Radiator Cap Pivot, Oil Cap HKS, Coil Quantum, NGK Iridium Sparkplugs, dan cover stainless sebagai aksen sport.
Eksterior yang telah berlumur kelir Orange Candy Combine with Black Special dan diakhiri varnish high solid clear by Spies Hecker, menjadikan tampilan extreme look tertanam di sini, selain bertampang garang, Taruna yang sempat disegani untuk kelas 18 detik Drag Race pada tahun 2005 ini semakin total berkosmetik pada eksterior dengan mengaplikasikan desain cutting sticker oracle chrome special 351 pada sekujur body yang semakin ‘gembrot’ Alhasil, kini trophy yang digondol adalah sebagian besar bertajuk Best Wonder Woman in Daihatsu. Lebih sering mengikuti kontes modifikasi menyebabkan Taruna ini habishabisan berdandan ketimbang mengejar ‘hitungan’ detik lagi.
Inspirasi yang direfleksikan pada interior mobil ini-pun disesaki dengan desain ala mobil kontes. Mulai dengan desain racing yang menyomot berbagai produk aksen racing MOMO, Turbo Timer Greedy, Tachometer digital by Auto Gauge, Racing Seat Custom, dan membungkus interior dengan MB Tech Sporty Two Tone.
Sementara urusan entertain dalam mobil yang telah berganti imej ini, sangat siap bersaing dan pastinya sangat memanjakan selera. Mulai Head Unit dan Monitor Touch Screen produk Kenwood,Monitor LCD Samsung 17", Monitor 7" Skeleton. Kemudian tersalurkan lewat perangkat audio dengan mengusung 4 Unit Sub 12" Mohawk Competition, Speaker Split Rockford Fosgate, Power by Concept, Marriola, dan Max Audio, serta Cap Bank Mass Engineering dan Symbion. Sebagai aksen yang sedikit banyak dapat menarik perhatian, Ratu menyuguhkan desain audio dengan Acrylic with LED Ornament, Blitz, Disco Lamp, dan full cover box fibre dengan produk MB Tech Sporty Two Tone.

Followers